Program Anak Asuh

15 Agustus 2014

Bagikan Twitter Kirim Via Whatsapp

Ada beragam cara yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah kemiskinan di Indonesia. Namun  ide dan gerakan  yang  dilakukan dr. Sofyan Tan sejak 1990, sempat  dianggap “gila” oleh Ir. Sarwono Kusumaatmadja, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara pada era Presiden Soeharto.

Sofyan Tan punya keyakinan, kegiatan penyantunan sosial tak cukup untuk  menuntaskan  akar masalah  kemiskinan. Kegiatan penyantunan sosial perlu diiringi gerakan pemberdayaan yang lebih subtansial. Dalam istilahnya, masyarakat miskin tak cukup diberi “ikan”, mereka juga butuh “kail” agar  memperoleh ikan sendiri. “Kail atau pancing” itu berupa bekal pendidikan berkualitas, yang akanmeningkatkan kualitas SDM masyarakat miskin, sekaligus membuat posisi tawar mereka di bursa tenaga kerja kompetitif.

Pendidikan yang berkualitas juga perlu dibarengi dengan upaya secara sadar untuk menanamkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan untuk menyadarkan realita pluralitas masyarakat Indonesia.Untuk mewujudkan misinya mengentaskan kemiskinan dan memberi bekal pendidikan yang berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin, Sofyan Tan semenjak 1989 menggulirkan Program Anak Asuh Berantai dan Bersifat Silang (PAABS).

Lewat program ini, pihak sekolah aktif mencari calon siswa dari keluarga miskin, yang memiliki minat tinggi untuk bersekolah.Pihak sekolah juga mencarikan para dermawan yang bersedia menjadi orangtua asuh bagi calon anak asuh bersangkutan.Sistemnya dibuat silang.Suku orangtua asuh diharapkan berbeda dengan suku si anak asuh.Melalui strategi silang seperti itu, diharapkan terkikis pola pikir yang stereotipik.Misalnya anak asuh suku Jawa yang memiliki orangtua asuh suku Tionghoa, memperoleh pemahaman baru bahwa tidak semua orang Tionghoa itu pelit atau tidak memiliki jiwa sosial. Sebaliknya, anak asuh dari keluarga Tionghoa yang disayang oleh orangtua asuh orang Batak, tentu akan berubah persepsinya terhadap orang Batak ketika mengetahui kebaikan hati orangtua asuhnya. Sifat berantai terjadi ketika anak asuh yang sudah berhasil bekerja menjadi orangtua asuh bagi anak asuh lainnya.

Penyerahan SK Donatur (Bapak Salimin Djohan Wang) kepada Anak Asuh

Penyerahan SK Donatur (Bapak Salimin Djohan Wang) kepada Anak Asuh

Namun semenjak tahun ajaran 2010, pihak yayasan mulai mengambil kebijakan untuk melakukan subsidi silang. Siswa dari keluarga yang berkecukupan diharapkan membayar penuh uang sekolah mereka untuk mensubsidi biaya sekolah anak asuh.Kebijakan ini ditempuh untuk mengantisipasi berkurangnya kepedulian dermawan untuk menjadi orangtua asuh para anak asuh.

Pada dasarnya Program Anak Asuh Berantai dan Silang merupakan:

  1. Gerakan penyantunan terhadap anak-anak sekolah yang mempunyai potensi kecerdasan, namun terkendala faktor kemiskinan ekonomi orang tua sehingga tidak bisa menempuh pendidikan di sekolah yang bermutu;
  2. Gerakan pemberdayaan ekonomi agar para anak asuh mempunyai bekal pendidikan yang bisa dijadikan modal untuk bersaing di pasar tenaga kerja;
  3. Gerakan pembauran untuk mengurangi sekat-sekat psikologis dan mendekonstruksi cara pandang yang stereotipik untuk menciptakan integrasi sosial yang harmonis;
  4. Gerakan untuk memelihara semangat solidaritas para anak asuh setelah mereka berhasil meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Dengan kata lain lewat PAABBS, diharapkan terjadi proses mobilitas vertikal secara ekonomi bagi anak asuh, di sisi lain terjadi pengikisan cara pandang yang stereotipikal.

Sejak PAABBS diluncurkan 1990 sampai 2016, sudah ada 3.326 anak asuh yang bersekolah gratis di Perguruan Sultan Iskandar Muda. Sebagian dari alumni anak asuh telah bekerja di sejumlah perusahaan di Kota Medan, khususnya perusahaan yang dimiiliki orangtua asuh, sebagian ada yang kembali ke YP SIM dengan mengabdi menjadi guru, wakil kepala sekolah, bahkan ada yang pernah menjadi kepala sekolah.

Grafik Perkembangan Anak Asuh Tahun 1997-2016.

Grafik Perkembangan Anak Asuh Tahun 1997-2016.

Proses Penjaringan Calon Anak Asuh

  1. Proses penjaringan calon anak asuh dilakukan setiap pertengahan Mei – Juni setiap tahun ajaran baru;
  2. Pendaftaran anak Asuh dilakukan dengan mengisi dan mengembalikan formulir pendaftaran ke secretariat  PAABS sesuai waktu  yang ditentukan;
  3. Tim survey dari PAABS turun ke lapangan mendatangi rumah calon anak asuh untuk mengetahui kondisi ekonomi riil dari orang tua calon anak asuh serta melakukan pendokumentasian (pemotretan);
  4. Tes tertulis. Calon anak asuh diwajibkan mengikuti tes tertulis  untuk   mengetahui tingkat prestasi mereka;
  5. Tes Wawacara. Calon anak asuh mengikuti tes wawancara untuk mengetahui wawasan, minat dan   bakat mereka. Tes wawncara dilakukan psikolog dari PAABS;
  6. Pengumuman penerimaan anak asuh dilakukan sebelum  penerimaan calon siswa baru,  dan anak asuh yang dinyatakan lulus harus  menyiapkan foto copy ijazah, SKHU (Surat Keterangan Hasil Ujian),  pas foto, materai,dan foto copy rapor untuk tingkat  SD:
  7. Tim PAABBS menyiapkan Profil Anak Asuh berdasarkan hasil  survey lapangan yang telah dilakukan sebelumnya, Profil anak asuh dilengkapi foto kondisi rumah orangtua anak asuh dan hasil tes anak asuh.
  8. Profil Anak Asuh dikirim kepada calon para donatur (calon orang tua asuh). Calon orangtua asuh jika belum berkenan dengan profil anak asuh, dapat meminta ganti profil calon anak asuh lain kepada pengurus PAABBS;
  9. Anak asuh yang tidak mendapatkan orang tua asuh akan dibiayai oleh pihak sekolah.
  10. Penandatangan surat pernyataan dan Pengangkatan Anak Asuh  dilakukan setelah anak asuh dinyatakan lulus seleksi.

Hak Sebagai Anak Asuh

  1. Mendapat pendidikan gratis (pembebasan uang sekolah sampai tamat) selama ia tergabung dalam PAABBS;
  2. Mendapat pembebasan uang pendaftaran sekolah  ketika masuk
  3. Mendapat pembebasan uang pembangunan sampai  tamat
  4. Mendapat buku pelajaran 1 (satu) set jika disetujui  diangkat oleh salah orangtua asuh (donatur)

Kewajiban Sebagai Anak Asuh

  1. Belajar dengan sungguh-sungguh dan memberikan  prestasi yang terbaik
  2. Menaati peraturan dan ketentuan yang dibuat  pengurus PAABS
  3. Mengikuti pertemuan bulanan yang telah ditentukan pengurus PAABS
  4. Mengirim kartu ucapan selamat ulang tahun dan perayaan hari besar agama kepada orang tua asuh sesuai agama yang dianut.

Prosedur Menjadi Orang Tua Asuh
Tim PAABBS akan mengirim daftar calon anak asuh (profil) yang memuat data anak asuh  serta data ekonomi orang tua berupa penghasilan per bulan, pengeluaran rata-rata per hari, status rumah yang mereka diami dan data lain yang menggambarkan kehidupan ekonomi keluarga anak asuh. Data-data tersebut juga disertai foto calon anak asuh.
Calon orangtua asuh yang belum ada kecocokan dengan calon anak asuh, dapat meminta Tim PAABS untuk mengirimi data kriteria calon anak asuh lain yang dikehendaki.

Syarat – Syarat Menjadi Orang Tua Asuh

  1. Orang Tua Asuh dapat perorangan atau lembaga (swasta atau pemerintah);
  2. Mengisi formulir kesediaan menjadi orangtua Asuh (Download Formulir Calon Orang Tua Asuh).
  3. Bersedia membiayai calon anak asuh yang sudah disetujui (diangkat) dengan mentransfer ke rekeningYP SIM atau diambil langsung pengurus PAABBS

Hak Orangtua Asuh

  1. Memilih anak asuh sesuai yang dikhendaki berdasarkan hasi seleksi dan data profil yang ada;
  2. Mendapatkan laporan (nilai) secara lisan dan tertulis;
  3. Memutuskan/mencabut SK pengangkatan Anak Asuh  jika dianggap tidak sesuai dengan  keinginan
  4. Mengadakan pertemuan dengan anak asuhnya dengan berkoordinasi dengan pengurus PAABBS
  5. Menjaga kerahasiaan sebagai Orang Tua Asuh dari anak asuh (jika diinginkan)

Kewajiban Orang Tua Asuh
Mengirim biaya pendidikan anak asuh yang sudah disetujui ke rekening YP.SIM sesuai budget yang dilampirkan Pengurus PABBS dan disepakati oleh Orang Tua Asuh.