Ajang Pesta Kreativitas dan Unjuk Prestasi

16 Maret 2017

Bagikan Twitter Kirim Via Whatsapp
Foto peserta didik menggunakan baju jepang (cosplay) Anggota Komisi X DPR RI dr. Sofyan Tan memberikan sambutan di pembukaan acara. Foto peserta didik menggunakan baju Tradisional India. Peserta lomba baca puisi. Foto peserta didik menggunakan baju Tradisional Peserta Lomba Menggambar
<
>
Anggota Komisi X DPR RI dr. Sofyan Tan memberikan sambutan di pembukaan acara.

Kegiatan Akhir Tahun SMP SIM

Medan, (Analisa). Saat memberi sambutan pada ke­giatan acara Pentas Akhir Tahun SMP Sultan Iskandar Muda, Medan Sunggal, Sabtu (11/3), dr. Sofyan Tan memuji isi syair lagu Mars SMP Sultan Iskandar Muda yang baru pertama kali didengarnya itu. Isi syair lagu itu menurut Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguru­an Sultan Iskandar Muda (YP SIM) yang sekaligus anggota Komisi X DPR RI, sangat mengilhami siswa agar memiliki karakter menghor­mati perbedaan suku dan agama yang ada diantara siswa.

Sofyan Tan lalu mengutip satu bait isi syair itu:  SMP Sultan Iskan­dar Muda/berbasis multikultural/tidak memandang suku, tidak me­man­dang sosial /terlebih lagi aga­ma/ Menurut Sofyan Tan, hal itu sa­ngat kontekstual dengan kebutu­han yang tengah dihadapi bangsa ini. Kegiatan Pentas Kreativitas Akhir Tahun SMP Sultan Iskandar Mu­da diisi parade budaya nusan­tara, lomba tryout olimpiade UAS­BN SD,  lomba baca puisi, vocal group, futsal, fashion show dan tari tra­disional. Ada juga, bazar kuliner nu­santara, pameran prakarya hasil kreasi siswa juga pameran unjuk prestasi ekskul.

Acara dibuka dengan ditandai pemukulan gong oleh dr. Sofyan Tan, didampingi Finche Kosmanto, SE, MPSi, Ketua YP SIM dan para kepala sekolah.

Selain karakter yang menghar­gai terhadap setiap perbedaan, So­fyan Tan juga menekankan pen­ting­nya siswa memiliki karakter ra­mah dan sopan terhadap orang lain. Sikap ramah dan sopan tak hanya diperlihatkan saat ber­interak­si dengan guru, staf tapi juga orang-orang lain yang datang ke ling­kungan sekolah.

“Salam, tegur dan berikan senyum ramah ke mereka,” kata­nya. Siswa dengan karakter seperti itu kelak setelah bekerja atau ber­karir akan mudah diterima ling­ku­ngan kerja. Mereka juga kelak mu­dah mendapat promosi jabatan atau kenaikan karir.

Karakter lain yang harus dimiliki siswa adalah menjadikan kebersi­han sebagai bagian hidup sehari-hari. Ia lalu memberi ilustrasi saat mem­­bawa rombongan guru ke se­buah sekolah di Bangka Belitung. Di sebuah sekolah kejuruan yang memiliki luas lahan 4,5 hektare, tak terlihat satu potong sampah pun. Menariknya, sekolah ter­sebut hanya memiliki 4 tenaga ke­bersihan.

“Itu artinya kebersihan sudah men­jadi budaya hidup di sekolah ter­sebut. Ini sebuah karakter atau bu­daya yang juga harus kita tiru.” te­gasnya.

Siswa Berkarakter

PENCIPTA LAGU: Agus Rizal Kasek SMP SIM dan Hendro TG Samosir pencipta Syair Lagu Mars SMP Sultan Iskandar Muda, Meda

Sementara itu, Agus Rizal  MPd, Ka­sek SMP Sultan Iskandar Muda menjelaskan bahwa kegiatan Pentas Akhir Tahun adalah peng­ganti kegiatan porseni yang rutin diadakan selama ini.

“Mulai tahun ini, kami mau me­ne­kankan bahwa porsinya tak ha­nya olahraga dan seni saja, tapi juga kreasi siswa dalam olah in­telektual dan keterampilan,” ka­ta­nya. Karena itu Kegiatan Pentas Akhir Tahun juga menampil­kan ber­­bagai hasil kreativitas dan pres­tasi siswa selama setahun. Ia mem­beri contoh stan dokter cilik dan Palang Merah Re­maja  (PMR) yang berkali menyabet juara. Pda kegia­tan kali ini, mereka melaku­kan pe­me­riksaan darah. Ada juga stan yang memamer­kan puisi-puisi dan ce­rita pendek karya siswa yang akan dibukukan. Tak terke­cuali stan yang memamerkan hasil pra­­karya siswa. Agus Rizal  lalu me­nun­­juk pada  maket bangunan ta­man wisata.

“Maket taman wisata ini me­me­nangi lomba tingkat Sumatera Uta­ra,” tuturnya. Maket taman wisata itu berisi alat-alat permainan seperti pro­sotan air, kincir air, pohon, pagar mau­pun bangunan berbentuk is­tana. Seluruh properti maket itu meng­gunakan bahan-bahan bekas se­suai tema “Go Green” yang di­per­­syaratkan penyelenggara. Le­wat prakarya seperti itu siswa diajar agar memiliki karakter cinta terha­dap kelestarian lingkungan.

Setiap stan kuliner yang ada juga dijaga dan dilayani siswa yang  mengenakan busana tradisio­nal nusantara. Sebuah stan yang me­layani penjualan sate padang mi­salnya dilayani siswa perempuan yang mengenakan cheongsam, pa­kaian tradisional etnis Tionghoa. Se­mentara stan kuliner lain di­layani siswa yang mengenakan Sari, Minang dan lain-lain.

Sedang kegiatan yang bersifat olah intelektual adalah  penyeleng­ga­raan lomba olimpiade Tryout UAS­BN SD. Lomba itu diiuti 510 pe­serta dari 35 SD negeri dan swas­ta di Kecamatan Medan Sunggal, Me­dan Tuntungan, Medan Sela­yang dan Sri Gunting, Deliserdang.

Keluar sebagai juara Rizki Hai­kal Pradana dari SD Namira, Ster­ven Endra Saputra (SD Sultan Iskan­dar Muda) dan Inggris Pris­cillia (SD Sultan Iskandar Muda), ma­sing-masing sebagai Juara I, II dan III. (Ja)