[Cerpen] Disini Semua Berakhir

29 Februari 2016

Bagikan Twitter Kirim Via Whatsapp
puisi-perpisahan1

Gambar: ditsaaaiueo.files.wordpress.com

Duduk di taman sambil menikmati indahnya langit sore. Merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh gadis kelas 3 smp ini setelah latihan bela diri. Nesya , ya itulah sapaan akrab nya. Gadis cantik yang memiliki rambut sebahu ini Memiliki hobi melukis,namun jago bela diri. Dia selalu mengutarakan perasaan nya lewat lukisan yang di buat nya.

Tak terasa sudah jam 6 sore ternyata sudah lebih dari 1 jam aku duduk disini. Kulangkah kan kaki ku menuju kearah rumah. Ku campakkan tubuh ku keatas tempat tidur kesayangan ku. Tanpa kusadari aku tertidur hingga pagi. Ku lirik jam beker biru milik ku yang menunjukkan pukul 05.30 wib. Aku bergegas ke kamar mandi dan bersiap siap pergi ke sekola. Dengan semangat nya ku percepat langkah kaki ku. Karena pagi ini aka nada pelajaran penjas. Dari arah belakang ku dengar suara memanggil nama ku

“Nesya tungguu….”

ku alihkan pandangan ku kearah nya. “ arish.. buruan rish pagi ini aku gak mau telat soalnya ada pelajaran pak Barce”

“Nes..nes.. kamu ya kalo udah pelajaran pak Barce pengennya datang lebih awal. Coba kalo pelajaran yang lainnya Selalu aja sengaja datang telat. “

Ku tarik tangan kanannya sembari berkata ‘ udah yuk buruann..”

* * *

“Nes kantin yuk haus nih” ajak arish

“ engga ah, kamu aja lagian kan yang haus kamu, aku enggak “ kata ku sinis

Gila nih si Nesya dari tadi kita udah capek lari-lari terus kepanasan dan keringatan masa dia bilang gak haus, anehh..!??/ (dalam hati arish)

“yaudah deh kalo gitu aku ke kantin dulu ya nes, kamu tunggu disini bentarr.””eh rish tunggu nih aku nitip chitato satu” sambil menyodorkan selembar uang.

Tak sampai semenit arish sudah muncul dihadapan ku dan memberikan pesanan yang ku titip. Secepat mungkin ku makan cemilan ku. Setelah habis tak kupikirkan arish yang sedang santai memasukkan cemilan kedalam mulut nya. Ku tarik sebelah tangan nya dan mengajak nya kekelas. Tiba tiba dia menyodorkan minuman yang di genggam nya tadi kepada ku.

“Nih nes minum dulu” kata nya pada ku

“Tidak terima kasih, yuk masuk kata ku pada nya

“Oh iya nes, ntar sore kamu latihan kan”

“ya iya lah rish, masa aku gak latihan sih mau jadi apa??”

* * *

Sore ini aku datang latihan agak sedikit lebih cepat bersama Arish. Ntah hal apa yang membuat suasana di tempat ini menjadi ricuh. Ku dekati mereka yang sedang berkerumun. Dan ku dengar bisikan mereka yang berkata akan ada anggota baru. Ternyata dia seorang pria. Gak tau kenapa tiba-tiba aku terdiam memandanginya dari barisan pada saat memperkenalkan diri. Pria itu berjalan menuju kearah ku dan berdiri tepat di samping kanan ku

“hai..” kata nya

“ya hai juga” jawab ku

Selesai latihan aku pun duduk bareng Arish. Kami sibuk dengan urusan kami masing-masing. Anak baru itu berjalan menghampiri ku “hai, nama kamu siapa?” Tanya nya pada ku

“Nama ku Nesya” kataku sambil menyodorkan tangan kananku

“Emm Nesya nama yang bagus dan cantik. Secantik orang nyaa hehe aku Jevon udah tau kan “

“Ya tau kok. Kenalin ini sahabat aku Arish. Rish sini Jevon mau kenalan sama kamu”

tau kenapa tiba-tiba aku terdiam memandanginya dari barisan pada saat memperkenalkan diri. Pria itu berjalan menuju kearah ku dan berdiri tepat di samping kanan ku

“hai..” kata nya

“ya hai juga” jawab ku

Selesai latihan aku pun duduk bareng Arish. Kami sibuk dengan urusan kami masing-masing. Anak baru itu berjalan menghampiri ku “hai, nama kamu siapa?” Tanya nya pada ku

“Nama ku Nesya” kataku sambil menyodorkan tangan kananku

“Emm Nesya nama yang bagus dan cantik. Secantik orang nyaa hehe aku Jevon udah tau kan “

“Ya tau kok. Kenalin ini sahabat aku Arish. Rish sini Jevon mau kenalan sama kamu”

“Udah tau Nes, Jevon kan”

“Tapi Rish sini dulu”

“Masih ada urusan lain yang lebih penting nes dari pada berkenalan dengan nya” (seandai nya kamu tau nes kalo aku sangat tidak suka kalau kamu dekat dengan anak baru itu)

* * *

Ku lihat ponsel milik ku yang di layar depan nya tertera pesan dariArish

From Arish :

Nes hari ini kamu kenapa gak masuk sekolah. Kamu sakit lagi?”

Tanpa berfikir panjang aku langsung membalas pesan dari Arish

From Nesya:

Iya Rish, pagi ini mata dan kaki ku bengkak lagi. Mama dan papa membawaku ke dokter. Dan sekarang aku di rawat di rumah sakit

Sekitar jam 6 sore Arish datang menjenguk ku, ku kira dia hanya datang sendiri ternyata dia datang bersama Jevon. Aku merasa ada yang aneh kenapa dia bias ikut bersama arish kesini. Padahal kami baru saja kenal kemarin, lagi pula dia dan arish kan selalu berantem kalau bertemu.

“Gimana keadaan kamu Nes” kata mereka secara bersamaan

“Haha kalian kenapa sih, ya gini lah kata dokter aku harus segera kemoterapi”

“Emang kamu sakit apa nes Tanya jevon pada ku

“Sampai saat ini mama dan papa masih merahasiakan aku mengidap penyakit apa von” kata ku pada nya

“semangat ya nes, pasti kamu bisa melewati semua ini kata jevon sambil memegang tangan kanan ku dan memberikan sedikit senyum manis nya

“Hemm makasih ya jevon”

* * *

Akhirnya setelah sekian lama di rumah sakit dan beberapa kali kemoterapi dilakukan. Akirnya kini aku bisa melakukan aktivitas ku seperti biasa. Namun meskipun demikian aku tetap tidak di izinkan ikut olah raga dan bela diri karna dokter menyaran kan agar aku tidak boleh terlalu lelah

“nes kamu di kelas aja ya aku mau turun dulu upacara udah mau di mulai” kata jevon pada ku

“tunggu rish aku ikut”

“Tapi ness..”

Udah yuk aku menarik tangan defri

Ketika turun dari tangga aku merasa seperti melihat jevon di ujung barisan. Tapi aku langsung mengalihkan penglihatan ku. Mungkin aku salah lihat kata ku dalam hati. (….)

“Kamu udah sadar nes? Tadi kamu pingsan saat upacara kamu sakit lagi?

“aku terdiam dan meminta agar arish membawa ku ke kelas.

Saat arish hendak membawa ku menuju ke ruang kelas tanpa sengaja kami berpapasan dengan jevon. Enggak salah lagi ternyata yang ku lihat tadi benar benar jevon. Tiba-tiba dia menghampiri kami berdua dan langsung memindahkan tangan ku yang awal nya di bahu arish jadi ke bahu nya.

“kamu ini apa apan sih von” kata arish tiba tiba pada jevon

“emang kenapa, dia kan teman aku juga” balas jevon

Aku berjalan menuju kelas sambil bercerita entah kenapa arish bisa tinggal di belakang. Tak biasa nya dia seperti ini. ( seandainya kamu tahu nes, apa yang kurasakan. Dari dulu hingga sekarang kamu tidak pernah peka terhadap perasaan ku) dalam hati arish

* * *

6 bulan kemudian kini kebahagiaan itu mun mulai memudar. Dia hadir kembali, ya sakit kanker itu kini menghampiri ku lagi. Dan kali ini lebih serius. Aku kembali ke tempat menyeramkan itu lagi. Aku kembali ke yang dulu. Oh Tuhan tolong aku. Aku lelah dengan semua ini. Yang kini kurasakan hanyalah sakit

“ selamat sore cantik” kata suster pada ku

“sore suster cantik , sus boleh minta tolong antarin nesya ke taman?”

“ya tentunya boleh dong sayang, sebentar ya”

Suster tesa segera mendorong ku menuju taman sekitar rumah sakit. Sudah lama sekali aku tidak seperti ini, menikmati indah nya lagit sore. Aku mulai menggoreskan pensilku diatas buku gambarku. Entah kenapa aku ingin sekali menggambarkan sepasang kekasih yang sedang duduk di kursi taman. Tiba-tiba aku berikir bahwa itu adalah aku dan jevon. Entah mengapa seperti itu aku pun tak mengrti

Kini keadaan ku pun semakin melemah. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi,aku hanya bisa berbaring diatas tempat tidur

“ma nesya titip surat dan gambar ini ya, tolong berikan ke jevon” kata ku pada mama

Iya sayang kata mama

“ma peluk nesya dong, nesya pengen peluk mama sekali lagi “ kata ku pelan pada mama sambil memberikan seluruh senyum terakir ku pada mama

* * *

Jevon ini ada titipan surat untuk kamu dari nesya” kata mama nesya pada jevon

Dear jevon:

Hai jevon gimana kabar mu saat ini? Pasti kamu baik baik aja kan. Semoga dengan pergi nya aku kamu dan arish semakin akur. Maaf sebelum nya aku gak bisa kabarin kamu dan arish tentang keadaan ku. Aku hanya ingin kamu tahu kalau aku sayang sama kamu. Maaf aku hanya bisa berikan gambar itu sebagai kenangan kita. Jaga baik baik ya

Nesya

Jevon juga sayang sama nesya kok. Jevon pasti akan jaga rasa sayang ini dan gambar ini juga. Dan kamu pasti senang melihat nya kalau aku dan arish sekarang sudah menjadi sahabat.

Ditulis oleh: Dwi Gloria Ginting.